HOT NEWS
Ikuti kami:   facebook RSS
Sunday, 20th April 2014

Kondisi Mahasiswa Indonesia di Mesir

Oleh   /   4 Juli 2013  /   No Comments

  Print       Email


Ketua Kekeluargaan Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau (KMM) Muhammad Syukron mengatakan, mahasiswa Indonesia yang berjumlah 3.500 orang di Mesir hingga kini masih aman. Syukron mengatakan, mahasiswa Indonesia tidak pernah mau ikut-ikutan dengan hal-hal yang berbau politik dan sampai turun ke jalan.

al-azhar

Pergolakan politik dan stabilitas keamanan di Mesir terus memanas setelah Presiden Muhammad Mursi di Kudeta pihak Militer. Massa pro Mursi mengancam akan mengobarkan perang. Sedangkan massa anti-Mursi masih sibuk berpesta pora diseantero negeri. Lalu bagaimana nasib para mahasiswa asal Indonesia?

Ketua Kekeluargaan Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau (KMM) Muhammad Syukron mengatakan, mahasiswa Indonesia yang berjumlah 3.500 orang di Mesir hingga kini masih aman. Syukron mengatakan, mahasiswa Indonesia tidak pernah mau ikut-ikutan dengan hal-hal yang berbau politik dan sampai turun ke jalan.

Demikian juga halnya dengan Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Mesir sudah jauh-jauh hari mengingatkan warganya agar tidak melibatkan diri dengan dunia politik Mesir.

Warga Indonesia di Mesir yang mayoritas mahasiswa di Universitas Al Azhar itu memang rentan terlibat dengan aktivitas politik Mesir. Namun Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Mesir, Fahmy Lukman telah mengingatkan mahasiswa baik lisan maupun tulisan berupa surat edaran berupa peringatan kepada mahasiswa yang isinya melarang untuk ikut-ikutan dengan kegiatan kampus atau ormas yang mengarah pada politik Mesir.

“Kawan-kawan Mahasiswa sudah waspada. Kita sudah mewanti-wanti mereka akan ada gejolak kembali,” kata Syukron kepada ROL melalui Blackberry Messanger (BBM), Kamis (4/7).”Cuma kita tidak tahu apa yang akan terjadi beberapa jam bahkan beberapa saat kedepan, wallahu’alam,” tambahnya.

Pihak KBRI di Mesir juga belum mempunyai rencana akan mengevakuasi kembali mahasiswa Indonesia sebagaimana terjadi tahun lalu. Ketika penggulingan mantan presiden Husni Mubarak oleh rakyat Mesir, para wafidin (sebutan untuk warga Asing) berbondong-bondong dipulangkan ke negara asalnya. demikian juga dengan Indonesia. Setelah kondisi sudah kembali aman, mereka diterbangkan kembali ke Mesir untuk melanjutkan kuliah mereka. (HP/FR)


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *


− 1 = 3

HUKUM

REGIONAL

EKONOMI

GLOBAL

UMUM

KESEHATAN

GAYA HIDUP

HIBURAN

Baca juga...

Satelit NASA Ikut Bantu Cari Pesawat MH370

Selengkapnya →